Secara umum, terdapat 2 sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, tanah dan hutan serta pencemaran yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), yang berasal dari transportasi, emisi pabrik, rumah tangga dan lain-lain. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia yaitu karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2), belerang oksida (SO2 dan SO3), Nitrogen oksida (NO) dan Nitrogen dioksida (NO2).
♦ Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak merangsang. Keberadaan gas CO ini di udara sangat sukar diketahui. Gas CO dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, bahan bakar yang mengandung karbon dan oleh pembakaran pada suhu tinggi yang terjadi pada mesin. Karbon monoksida dapat juga dihasilkan dari reaksi oksidasi gas metana oleh radikal hidroksil dan dari pembusukan tanaman meskipun tidak sebesar yang dihasilkan pembakaran bensin.
Karbon monoksida dapat mengikat oksigen dari hemoglobin menghasilkan karboksi hemoglobin :
O2Hb + CO COHb + O2
Karbon monoksida yang terdapat dialam terbentuk dari salah satu proses sebagai berikut :
• Pembakaran tidak sempurna terhadap karbon ataun komponen yang mengandung karbon
• Reaksi antara karbon dioksida dan komponen yang mengandung karbon pada suhu tinggi
• Pada suhu tinggi, karbon dioksida terurai menjadi karbon monoksida dan atom O
CO2 ( karbon dioksida )
Gas co2 merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak merangsang. Sumber gas CO2 terutama berasal dari proses pembakaran minyak bumi, batubara, dan gas alam. Selama manusia menggunakan bahan bakar kayu, pertambahan gas CO2 diudara dapat diabaikan. Dengan adanya laju pertambahan penduduk maka berbagai kebutuhan manusia bertambah, misalnya makanan, perumahan, penerangan dan transportasi. Hal itu berarti pengadaan pupuk, agroindustri, tenaga listrik dan industri transportasi semakin meningkat sehingga kebutuhan bahan bakar juga semakin meningkat. Akibatnya produksi gas CO2 makin banyak mencemari udara didaerah industri.
Gas SO2 dan SO3
Gas SO2 merupakan gas yang tidak berwarna dan berbau sangat menyengat serta menyesakkan nafas bisarpun dalam kadar rendah. Gas itu dibentuk oleh oksidasi atau pembakaran belerang yang terlarut dalam bahan bakar minyak bumi serta belerang yang terkandung dalam bijih logam yang diproses dalam industri pertambangan. Sedangkan SO3 merupakan komponen yang tidak reaktif.
Mekanisme pembentukan SO2 dan SO3 dapat dituliskan dalam dua tahap reaksi sebagai berikut :
S + O2 SO2
2SO2 + O2 2SO3
Walaupun SO2 dan SO3 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia hanya merupakan bagian kecil yang ada diatmosfir tetapi pengaruhnya sangat serius karena SO2 dan SO3 langsung dapat meracuni makhluk disekitarnya. Jika gas SO2 dan SO3 bereaksi dengan uap air diudara lembab, akan terbentuk asam yang sifatnya sangat korosif terhadap logam – logam dan berbahaya bagi kesehatan. Gas SO3 yang mudah larut dalam air ,dan diudara lembab memba\entuk asam sulfat yang lebih berbahaya daripada gas SO2 dan SO3. Asam sulfat diudara lembab dapat membentuk aerosol yang berupa larutan koloid yang mudah larut dalam air hujan. Hal itu menyebabkan terjadinya hujan asam yang pH nya mencapai 5 atau lebih rendah. Hujan asam akan membinasakan tumbuhan karena asam sulfat terkumpul disekitar akar tumbuhan. Demikian juga apabila gas SO2 dan SO3 terserap didalam paru – paru melalui pernafasan akan membentuk asam sulfit dan asam sulfat yang sangat berbahaya bagi alat pernafasan ataui paru – paru.
Gas NO dan NO2
Gas NO merupakan suatu gas yang tidak berbau dan tidak berwarna, dan gas NO2 berwarna merah kecokllatan dimana kedua gas ini sangat penting sebagai bahan pencemar udara.
Pembentukan NO dan NO2 mencakup reaksi antara nitrogen dan oksigen diudara sehingga membentuk NO, kemudian NO lebih banyak oksigen membentuk NO2 melalui reaksi berikut :
N2 + O2 2NO
2NO + O2 2NO2
Adanya gas NO2 yang lebih besar dari 1 ppm akan mengakibatkan terbentuknya yang bersifat karsinogenik. Menghirup udara yang mengandung gas NO2 sebanyak 20 ppm dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat. Untuk mencegah penyebaran gas NO2 dari pembakaran bahan bakar minyak didalam industri ataupun bahan bakar motor, cerobong asap perlu ditambah katalis logam nikel sebagai Konverter. Fungsinya untuk mengubah gas – gas buang yang mencemari udara menjadi gas yang tidak berbahaya diudara
Jenis Pencemar Udara dapat diklasifikasikan menjadi
1. Pencemar Primer (Origin), yaitu bahan pencemar yang langsung dikeluarkan ke udara .
Jenis pencemar primer :
- Gas CO2
Akibat pembakaran bahan bakar minyak, batu bara, bahan bakar solar, proses industri kimia, logam dan mineral
- Gas NOx
Pembakaran bahan bakar, proses industri dan pembakaran kendaraan bermotor
- Gas Ammonia
Hasil pembakaran bahan bakar dan proses industri kimia
- Gas Clorine dan NKI
Proses Industri Tekstil (Cotton), Bleaching dan Refunery Minyak
- Senyawaan Flourida
Dari proses refunery minyak, industri pupuk, industri aluminium, pabrik baja
- Gas Hidro karbon (HC)
Pembakaran yang tidak sempurna, bahan bakar bensin dan solar, turbin gas, pesawat terbang dan penggunaan pelarut organik
- Partikel
Senyawaan berbentuk padat dengan diameter 0,0002 mikron dan ukurannya lebih kecil dari 500 mikron
2.Pencemar Sekunder,
Adalah pencemaran yang terbentuk di udara sebagai akibat reaksi dari senyawaan yang di udara dan umumnya pencemaran sekunder merupakan hasil dari reaksi Photokimia dengan sinar matahari.
Contohnya :
Atom oksigen yang dikeluarkan dari senyawaan Nox akan bereaksi dengan O2 di udara membentuk senyawa Ozone (O3).
Sumber pencemaran udara :
a. Transportasi (sumber bergerak)
b. Pembakaran bahan bakar dari sumber tetap
c. Proses industri (sumber tetap)
d. Pembangunan limbah padu (sumber tetap)
Sumber pencemaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya :
1. Pencemaran udara out door
Berupa pencemaran udara yang terjadi pada leingkungan umum perkotaan
2. Pencemaran udara in door
Pencemaran udara di dalam ruangan baik pemukiman, maupun perkantoran, gedung tinggi (masalah sick building syndrome)
Dua sumber perubahan :
1. Alamiah : aktivitas gunung berapi, pembusukan, dan lain-lain
2. Kegiatan manusia antara lain :
-industri
-rumah tangga
-otomobil (sumber bergerak)
-lain-lain yang tidak termasuk di atas
Keberadaan pencemaran di udara akan dipengaruhi oleh berbagai hal :
1. Arah dan kecepatan angin
2. Kelembaban dan curah hujan
3. Suhu udara
4. Topografi / geografi
Hasil penelitian Bapedal bekerjasama dengan LPM ITB Bandung pada tahun 1992, zat pencemran udara di wilayah Jakarta dikotori oleh gas buang dari kegiatan berbagai sektor antara lain :
- Sektor industri
- Transportasi - Rumah tangga
- Sampah
dan tiap-tiap sektor mengemisikan parameter seperti Hidrokarbon, Karbon monoksida, Sulfur oksida, serta debu / TSP dengan komposisi sebagai berikut :
- sektor transportasi 66,3 %
- sektor industri18,9 %
Penanggulangan pencemaran udara tidak dapat dilakukan tanpa menanggulangi penyebabnya. Mempertimbangan sektor transportasi sebagai kontributor utama pencemaran udara, maka sektor ini harus mendapat perhatian utama.
• WALHI menyerukan kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi yang ada saat ini, dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh publik. Prioritas utama harus diberikan pada sistem transportasi massal dan tidak berbasis kendaraan pribadi.
• WALHI juga menyerukan kepada pemerintah untuk segera memenuhi komitmennya untuk memberlakukan pemakaian bensin tanpa timbal.
• Di sektor industri, penegakan hukum harus dilaksanakan bagi industri pencemar
Monday, 23 February 2009
Sumber Pencemaran Udara
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment